duri..duri menganga tajam kejam
siap terkam kulit-kulit tipis dari ari hari-hari
rasaku mengembarakah engkau pada dunia tanya
hingga diri tak tahu ada dimana
apakah kita?dia atau mereka?
berdiri dengan doa-doa
tersungkur dengan realita
tepekur pada zaman yang tidak berpihak
klasik, kuno, dan berputar pada poros yang sama
siapkah cinta? siapkah jiwa?
duri-duri itu kembali menganga angkuh
aku tak gentar pada suara-suara
aku tak takut pada sangkaan-sangkaan
aku tak mundur dengan peperangan antara rindu dan dendam
aku adalah sang pembai'at cinta yang terlanjur terucap
biar ku temukan..biar ku rengkuh apa yang kalian sangsikan
biar citaku bukan cita kalian
biar mimpiku bukan mimpi kalian
gelagak..gelegar dari suara
kalian yang mengejek, merapuhkan, mengumpat dan menyangsikan
aku dan dia yang perkasa pada rimba kesangsian
aku dan dia yang mengarungi samudera bulan-bulan penantian
aku dan dia yang meyakini apa yang mereka tidak yakini
bukan..bukan kalian yang ada di tebing ini
bukan..bukan kalian yang perih menahan sakitnya rindu ini
bukan..bukan kalian yang tergopoh, merangkak mereguk nikmatnya kehalalan ibadah
biar kita..bukan mereka
biar aku dan kau..bukan kalian
biar..biar cita ini adalah cita kita....melesatlah
biar..biar asa ini adalah asa kita....rengkuhlah
diamlah diam..renungkanlah
diamlah jiwa berkobarlah
diamlah ragu yakinlah
diamlah hari jemputlah
diamlah mimpi wujudkanlah
diamlah hati senandungkanlah
syairkan cinta ini pada nada-nada kerinduan yang abadi
Posted at 10:43 am by ekanuridwan
Permalink